ispi
Menu Click to open Menus
Home » Karya » Artikel » Dari Madrasah Wujudkan Indonesia Berkarakter

Dari Madrasah Wujudkan Indonesia Berkarakter

(225 Views) Juli 25, 2017 7:37 am | Published by

Penulis: Noor Shofiyati, S.Pd.
Guru Matematika MTsN 9 Bantul, DIY

Variabel utama sebagai penentu naik turunnya kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan. Pendidikan mempunyai andil yang cukup besar terhadap munculnya krisis multi dimensi sekaligus krisis moral sebagai akibat rendahnya kualitas sumber daya manusia. Pendidikan merupakan persoalan penting bagi semua umat. Pendidikan sebagai tumpuan harapan untuk mengembangkan individu dan masyarakat.

Islam memandang pendidikan sebagai sebuh proses yang terkait dengan upaya mempersiapkan manusia untuk memikul tugas hidup sebagai khalifatullah di muka bumi. Dalam melaksanakan tugas yang tidak ringan ini manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya (ahsanu taqwim), yang baginya diberi kewenangan untuk mengambil inisiatif dalam rangka mengubah kehidupannya menjadi lebih baik dengan menggunakan potensi akal dan ilmu yang dimilikinya. Pendidikan (Azyumardi Azra; 2002: 3) pada dasarnya adalah suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien.

Konsepsi pendidikan model Islam tidak hanya melihat bahwa pendidikan itu sebagai upaya ”mencerdaskan” semata (pendidikan intelek, kecerdasan), melainkan sejalan dengan konsepsi Islam tentang manusia dan hakikat eksistensinya (M. Rusli Karim, dalam Pendidikan Islam di Indonesia; 1991: 29)

Dalam UU no 22 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah ”untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggungjawab”. Dengan tujuan tersebut berarti bahwa pendidikan mempunyai makna yang langsung berhubungan dengan pembentukan kepribadian seseorang dan memiliki peran yang penting dalam menciptakan generasi-generasi yang berakhlak.

Bagi bangsa Indonesia sebagian tanggung jawab untuk menghadirkan sosok generasi yang lebih baik (ahsanu taqwim) ini berada di pundak lembaga pendidikan Islam (madrasah). Sebagai sub sistem dari pendidikan nasional, madrasah dituntut untuk memainkan peran lebih sebagai basis dan benteng tangguh yang akan menjaga dan memperkukuh etika dan moral bangsa. Madrasah sebagai sebuah lembaga pendidikan hendaknya dapat menjadi  laboratorium rohani  pendidikan karakter. Menyimak kembali  apa yang telah disampaikan oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, saat meresmikan MA Al Hikam Cendekia di Tempelsari Wonosobo (Bakti No 280 – THXXI – Oktober 2014) bahwa madrasah kini telah menjadi primadona masyarakat karena di madrasah ditekankan pendidikan karakter.

Madrasah memiliki peran yang tidak dapat di kesampingkan dalam hal mewujudkan generasi Indonesia berkarakter. Berikut ini lima peran madrasah dalam  memperkukuh etika dan moral bangsa (Husni Rahim, 2001). Pertama, madrasah sebagai media sosialisasi nilai-nilai ajaran agama. Sebagai lembaga pendidikan Islam madrasah memiliki peran yang lebih besar dalam mensosialisasikan nilai-nilai ajaran agama kepada anak didik karena sifat keagamaan yang melekat pada kelembagaannya. Lewat madrasah anak-anak belajar tentang nilai-nilai ajaran agama Islam sehingga ajaran-ajaran agama Islam tidak hanya sebagai sebuah ilmu akan tetapi ada implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, madrasah sebagai pemelihara tradisi keagamaan. Hal ini dilakukan melalui pengajaran secara formal ilmu-ilmu agama seperti qur’an, hadits, fiqih, akidah, akhlak, bahasa arab, maupun pengajarannya secara informal melalui praktik-praktik ibadah baik di madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, peran madrasah dalam membentuk akhlak dan kepribadian. Sistem pendidikan di madrasah tidak hanya menekankan penguasaan keilmuan tetapi juga memperhatikan pendidikan etika dan moral. Melalui intensitas tinggi dalam belajar dan berinteraksi dengan ilmu-ilmu agama diharapkan anak didik akan tumbuh menjadi generasi berilmu dan berakhlak.

Keempat, madrasah berperan sebagai benteng moralitas bangsa. Dampak negatif dari era globalisasi telah menjadikan madrasah sebagai sebuah lembaga pendidikan yang mulai dilirik oleh sebagian masyarakat. Karena mereka menganggap bahwa madrasah dapat dijadikan benteng moral bagi anak-anak mereka.

Kelima, peran madrasah sebagai lembaga pendidikan alternatif. Kemajuan yang diperoleh bangsa Indonesia telah melahirkan ketimpangan antara kebutuhan materi dan kebutuhan spiritual. Madrasah dalam hal ini dapat menjadi lembaga pendidikan alternatif guna mengatasi ketimpangan tersebut karena ilmu yang dipelajari di madrasah tidak hanya ilmu keduniaan tetapi juga ilmu-ilmu ukhrowi.

Kelima hal tersebut menunjukkan bahwa madrasah memiliki peran besar dalam mewujudkan generasi Indonesia berkarakter. Dan tentu saja peran ini tidak dapat terlaksana dengan optimal  tanpa adanya dukungan dari para pengelola madrasah. Kesatupaduan langkah dari segenap warga madrasah dalam menjalankan upaya mewujudkan Indonesia berkarakter menjadi suatu keniscayaan. Mari dari madrasah wujudkan Indonesia berkarakter.

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Dari Madrasah Wujudkan Indonesia Berkarakter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *