,
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Karya » Artikel » GURU UP DATE, GURU BELAJAR

GURU UP DATE, GURU BELAJAR

(178 Views) Februari 12, 2018 1:54 am | Published by

Oleh Intan Irawati, S.Pd., M.Si.
Guru MAN 15 Jakarta, Guru Berprestasi I MA Tingkat Nasional Kemenag RI, Penerima Penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam dari Menteri Agama tahun 2014 dan mendapat Satya Lencana Pendidikan dari Presiden RI sebagai Guru Berprestasi tahun 2015.

Salah satu bentuk kegiatan up date guru di MAN 15 Jakarta

“Belajar dari seorang guru yang banyak membaca dan berpengetahuan luas, bagaikan meminum air segar dari mata air yang tiada habisnya. Belajar dari seorang guru yang jarang membaca dan tidak bertambah pengetahuannya, bagaikan meminum air keruh yang sudah lama menggenang.(Mochtar Bukhori)

Banyak orang berpikir bahwa menjadi guru itu mudah. Terbukti banyak orang dari berbagai latar belakang pendidikan hijrah profesi menjadi guru. Namun tahukah anda bagaimana beratnya tugas seorang guru? Guru bukan hanya harus tahu banyak tentang bahan pelajaran, menguasainya, terampil menjelaskannya tapi juga harus memahami  karakteristik para siswanya. Tak boleh dilupakan juga bahwa guru bertanggung jawab dalam mengembangkan potensi, minat, dan bakat siswanya. Belum lagi tugas merancang bahan ajar, membuat rencana pengajaran, menilai proses dan hasil belajar serta menanamkan nilai dan budi pekerti.

Tugas dan tanggung jawab yang demikian beratnya ini tentulah memaksa guru-guru untuk senantiasa belajar. Belum lagi adanya perubahan kebijakan dari pemerintah seperti kurikulum yang senantiasa berganti setiap 10 tahun sekali. Banjir informasi dan pesatnya perkembangan teknologi juga mau tidak mau membuat sistem pendidikan dan para peyelenggaranya untuk berkembang mengikuti perubahan zaman. Kalau dulu Ujian Nasional maka sekarang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Gurulah ujung tombak perubahan dan gurulah yang perlu meneladankan long life learner (pembelajar sepanjang hayat).

Salah satu program yang dilakukan oleh para guru untuk senantiasa up date adalah melakukan Pengembangan diri (PD) dan Pemgembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Sayang sekali PD dan PKB yang idealnya didukung dan difasilitasi oleh sekolah dan pemerintah, di lapangan tidak demikian. Guru sendirilah yang harus mencari program-program PD dan PKB yang sesuai dengan kebutuhannya. Misal, kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan menyusun PTK hanya tersedia bagi guru-guru dengan pangkat dan golongan tertentu. Padahal semua guru membutuhkannya. Pelatihan PTK perlu diiikuti guru secara mandiri. Namun banyak guru yang terkendala izin dari sekolah dan masalah finansial untuk kegiatan seperti ini. Tidak heran, hanya beberapa guru yang mau mengeluarkan biaya sendiri saja yang bisa mengikuti kegiatan ini.

Sebagai contoh, untuk memperoleh sertifikat Kepala Laboratorium diperlukan dana minimal 2 juta rupiah untuk pendidikan selama 2 minggu atau 14 hari. Siapa yang akan membiayai kegiatan ini bila tidak guru sendiri. Untunglah sejak Program sertifikasi guru digulirkan pemerintah tahun 2007, banyak guru terbantu dalam membiayai PD dan PKB-nya. Walaupun terdapat beberapa kontroversi seperti yang dibuktikan dari beberapa penelitian tentang sertifikasi guru. Proses pengembangan diri dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan pun bisa dilakukan secara mandiri ataupun kolektif di antara para guru dengan diperolehnya Tunjangan Profesi (TP) ini. Walaupun demikian, penulis sendiri menyaksikan banyaknya rekan guru yang bersemangat melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S-2) bahkan Doktor (S-3) setelah mendapat TP. Salah satu Universitas di Jakarta misalnya, perlu menyeleksi ribuan guru yang ingin mengenyam pendidikan S-2 untuk menempati posisi 200-an bangku di sana.

Era globalisasi menyuntikkan sikap positif dan negatif sekaligus. Idealisme dan nilai moral yang masih dipegang teguh oleh sebagian guru ada yang tergantikan oleh sikap pragmatis dan instan pada sebagian lainnya. Tunjangan profesi yang diberikan oleh pemerintah sejatinya adalah penunjang  bagi peningkatan kinerja guru. Apa bisa dikata, oleh sebagian guru yang lain tunjangan ini digunakan lebih banyak bagi kesejahteraan keluarga. Namun penulis yang telah menerima TP sejak 2010 merasakan benar manfaatnya bagi pengembangan diri penulis sendiri. Seminar Pendidikan, workshop, Pelatihan baik di dalam atau di luar kota telah diikuti oleh penulis. Yang semua itu sebagian besar dibiayai secara mandiri bukan dari sekolah atau instansi lain. Penulis sendiri menjadi lebih merasa percaya diri dan kompeten dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai guru madrasah.

Seorang Guru
Menggandeng tangan, Membuka pikiran
Menyentuh hati, Membentuk masa depan
Seorang Guru berpengaruh selamanya
Dia tidak pernah tahu kapan pengaruhnya berakhir
(Henry Adam)

No comment for GURU UP DATE, GURU BELAJAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image