,
Menu Click to open Menus
Home » Karya » Fiksi » Ira Madanisa, Guru Madrasah Penulis Novel yang Diadaptasi ke Layar Lebar

Ira Madanisa, Guru Madrasah Penulis Novel yang Diadaptasi ke Layar Lebar

(1057 Views) Januari 18, 2017 12:32 am | Published by

Oleh: Deni Kurniawan As’ari
Pemerhati dunia kepenulisan guru madrasah

Muda, cantik, sederhana dan miliki bakat menulis. Itulah gambaran singkat dari Ira Madanisa Br Tarigan, S.Pd, M.Si atau Ira Madan sebagai nama penanya. Perempuan asli Karo yang lahir pada 27 Mei 1987 tersebut tak disangka adalah seorang guru madrasah di KMI Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan.

Prestasinya spektakuler yaitu berhasil menulis novel Cahaya Cinta Pesantren (Penerbit: Tiga Serangkai Solo) yang kemudian diadaptasi menjadi film layar lebar dan sudah tayang mulai 14 Januari 2017 di bioskop tanah air.  Sepengetahuan saya, guru madrasah yang memiliki prestasi seperti itu baru dirinya.

Ira begitu panggilannya menjawab sisi lain guru madrasah. Ternyata guru madrasah mampu menulis—termasuk novel sekalipun. Karyanya pun mendapat apresiasi dari sineas Indonesia. Fakta ini semakin menegaskan bahwa kemampuan dan potensi guru madrasah tak bisa dipandang sebelah mata. Prestasi Ira tentu akan menginspirasi para guru madrasah lainnya untuk terus berkarya dan berkarya sesuai dengan minat dan talentanya masing-masing.

Menulis, traveling, kuliner dan menemukan hal baru merupakan hoby alumnus pascasarjana Universitas Sumatera Utara  (USU) ini. Bahkan menulis merupakan hoby yang telah ia geluti sejak masih duduk di bangku SD. Baginya menulis sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupannya sehari-hari. Kebiasaan menulis sedari kecil itulah barangkali yang kemudian mengantarkan ia meraih prestasi gemilang sekarang ini.

Ira yang tengah hamil anak pertama ini mengawali pendidikan di SD Negeri No. 06023  Medan pada tahun 1993-1999, kemudian melanjutkan ke MTs Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudhtul Hasanah Medan tahun 2000-2002. Setelah lulus ia masuk pada MA Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudhtul Hasanah Medan Tahun 2003-2005. Gelar sarjana pendidikan ia peroleh dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) pada jurusan Pendidikan Matematika tahun 2006–2009. Adapun magisternya berhasil dilesaikan pada tahun 2013-2015 di Universitas Sumatera Utara dengan konsentrasi Operasi Riset.

Saat ini selain aktif mengajar dan menulis ia juga menjadi pembicara atau pemateri dalam kegiatan pelatihan kepenulisan baik di tingkat lokal maupun nasional. Isteri dari Willy Redo, SST ini menyatakan siap untuk berbagi pengalamannya kepada siapapun terutama guru madrasah di seluruh tanah air.

Berikut petikan wawancara dengan Ira Madan.

Sebenarnya novel “Cahaya Cinta Pesantren” ini bercerita tentang apa? Apakah ini berawal dari pengalaman pribadi?

  • Novel Cahaya Cinta Pesantren berkisah tentang seorang gadis berdarah batak toba dengan marga Silalahi sedang ibunya dari suku batak karo dengan marga Tarigan. Ia dipaksa masuk ke dalam sebuah pesantren meski Shila tidak menyutujuinya namun di pesantren inilah ia mendapat pengalaman yang berarti dalam hidupnya yakni tentang kedisiplinan, kesabaran, perjuangan dan pengorbanan.
  • Secara keseluruhan bukan namun di beberapa penggal cerita ada yang merupakan pengalaman pribadi sewaktu menyantri.

 Mengapa judulnya “ Cahaya Cinta Pesantren “?

  • Karena di pesantren banyak sekali cinta dan kasih sayang tidak hanya berasal dari naluri cinta dengan lawan jenis tapi juga cinta kepada orang tua, guru, cinta kepada teman sampai cinta kepada pondok pesantren itu sendiri. Dan hal itu senantiasa semakin bercahaya saat kita sedang menyantri di sebuah pesantren.

 Darimana asal ide itu muncul sehingga karya novel ini lahir?

  • dari pengalaman menyantri

Bagaimana tips-tips menulis novel sehingga menjadi karya yang diadaftasi menjadi film layar lebar?

  • Konsisten menulis dan banyak membaca sebagai refrensi untuk menghasilkan naskah tulisan karena karya yang baik pasti akan dilirik sutradara atau cineas yang baik pula.

Siapa penulis yang diidolakan?

    • Ahmad Fuadi dan Habiburrahman El-Shirazi

Apa rencana ke depan terkait dengan penulisan?

  • Sekarang sedang menunggu penerbitan karya kedua di penerbit. Masih berkisah tentang dunia santri namun kali ini tentang santri putra. Mohon doa kelancaran yaa…
Tags: ,
Categorised in:

1 Komentar for Ira Madanisa, Guru Madrasah Penulis Novel yang Diadaptasi ke Layar Lebar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image