ispi
Menu Click to open Menus
Home » Karya » Artikel » Karya Tulis Ilmiah sebagai Unsur Utama Penilaian Angka Kredit Guru

Karya Tulis Ilmiah sebagai Unsur Utama Penilaian Angka Kredit Guru

(68 Views) November 22, 2017 12:39 am | Published by

Oleh Ogi Lesmana, S.Pd.I., M.Pd.I.
Anggota Agumapi dan Ketua KKG MI Kota Banjar, Jawa Barat

A. Pendahuluan

Sangatlah mulia profesi seorang guru yang bertugas mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik dengan tujuan utama menciptakan anak bangsa yang cerdas, terampil, siap bersaing di era globalisasi, dan bertaqwa kepada Alloh swt. Namun, tujuan tersebut bukanlah hal yang gampang untuk mencapainya, melainkan memerlukan peranan dari berbagai pihak. Tidak hanya itu, guru pun dituntut harus bisa lebih mengembangkan profesionalitasnya sebagai guru, baik pengembangan dikeluarga, masyarakat maupun pemerintah.

Pengembangan profesi guru yang bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan dan lebih tertuju pada ciri khas seorang guru yaitu selalu berusaha dan meluangkan waktunya untuk menyusun dan mempersiapkan karya tulis. Karena dengan menulis guru semakin berkembang dan mampu memprediksi kemajuan pendidikan dinegara yang kita cintai ini yaitu Indonesia. Tidak hanya itu, dengan menulis yang dikembangkan oleh guru merupakan bagian dari unsur utama penilaian angka kredit bagi guru sebagai jabatan fungsional guru, sebagaimana yang akan saya uraikan dibawah ini, namun saya hanya menguraikan bagian – bagian pokok saja mengenai penghargaan karya tulis bagi guru dalam jabatan kepangkatan yang merujuk pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PERMENPAN-RB) Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

B. Karya Tulis sebagai Unsur Utama Penilaian Angka Kredit bagi Guru

Di dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PERMENPAN-RB) Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya pada Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 menyatakan bahwa:

  1. Jabatan Fungsional Guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggungjawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.
  2. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
  3. Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya
  4. Angka Kredit adalah satuan nilai dari setiap butir kegiatan dan/atau akumulasi butir – butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.

Sesuai Ketentuan Umum pasal 1 diatas sudah diterangkan bahwa profesi guru merupakan Jabatan fungsional yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, serta pengembangan keprofesiannya meliputi pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya.

Selanjutnya yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah pada Bab V Unsur dan Sub Unsur kegiatan pasal 11 poin c yaitu Pengembangan keprofesian berkelanjutan, meliputi:

1. Pengembangan diri :
a) Diklat Fungsional
b) Kegiatan kolektif guru yang meningkatkan kompetensi dan/atau keprofesian guru.

2. Publikasi Ilmiah :
a) Publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal dan
b) Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman guru.

3. Karya inovatif :
a) Menemukan teknologi tepat guna
b) Menemukan/menciptakan karya seni
c) Membuat/memodifikasi alat pengajaran/peraga/praktikum dan
d) Mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya.

Dalam Bab VII rincian kegiatan dan unsur yang dinilai pasal 14 yaitu :
(1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri atas :
a. Unsur Utama
b. Unsur Penunjang
(2) Unsur Utama terdiri atas :
a. Pendidikan
b. Pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah

c. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

Merujuk pada bab VII rincian kegiatan dan unsur yang dinilai pasal 14 ayat 2 sudah dinyatakan bahwa pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan unsur utama dalam penilaian angka kredit yang meliputi karya tulis ilmiah dengan rincian penilaian angka kreditnya lihat dalam lampiran I : Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tanggal 10 November 2009.

Sudah jelas sekali kita menyimak tentang kajian Permen diatas tentang penghargan bagi guru yang melakukan karya tulis sebagai jenjang kenaikan pangkat bagi guru dalam jabatan fungsional yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.

Begitu pentingnya karya tulis sebagai unsur utama bagi guru dalam penilaian angka kredit sebagai jenjang kepangkatan guru, maka disinilah guru harus super aktif dan mau belajar serta meluangkan waktunya untuk melakukan karya tulis ilmiah. Bagi guru yang tidak bisa atau belum mampu melakukannya, maka disinilah peran pemerintah untuk senantiasa mengarahkan dan membimbing guru untuk melakukan karya tulis ilmiah.

***

No comment for Karya Tulis Ilmiah sebagai Unsur Utama Penilaian Angka Kredit Guru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *