ispi
Menu Click to open Menus
Home » Karya » Kumpulan Puisi Karya Eza Avlenda

Kumpulan Puisi Karya Eza Avlenda

(343 Views) Juni 6, 2017 1:59 am | Published by

Sahaja Cintaku

Tak ada kata dariku
Tuk wakili hasratku
Ingin memetik dawai hatimu
Lantunkan syair cintaku

Kuharap cintamu
Menatap walau tak terlihat
Mendengar walau tak terucap
Merasa walau tak terungkap

Berada di rembulan hatimu
Harap meraut dukaku
Merajut kisah bersamamu
Membisikkan pada sang waktu

Kuharap cintamu
Tersulam walau tak bersutra
Tertambat walau tak berjala
Teguh walau tak berpaku

Malam ku menyerana
Coba menggurah renjana
Dari sepenggal lawatan sangkala
Sepuh denganmu

Kuharap cintamu
Harmoni walau kadang tak bernada
Memaklumi walau kadang tak terima
Peka walau tak teraba

Hanya aku bersila di kedera
Merengguk bahagia berdua
Tak ingin ada pintu terbuka
Untuk cinta kedua

Eza Avlenda
5 Juni 2017

Suamiku…Aku Istrimu…

Suamiku…
Aku istrimu…
Serahkan hidup dikepalanmu
Pisah dari ayah bundaku

Suamiku…
Aku istrimu…
Yang selalu ingin kau cumbu
Tak ingin kau madu

Suamiku…
Harap bijak tuturmu
Harap lembut lakumu
Harap ketenangan bersamamu

Suamiku…
Kulukis lembaran kisah kita
Berjalan lewati titian masa
Merengguk suka menghajar duka

Suamiku…
Aku istrimu…
Keriput tlah menggerogoti wajahku
Uban tlah mengganti ikal mayangku

Suamiku…
Aku istrimu…
Kabut tlah mengotori korneaku
Guruh tlah memaki pendengaranku

Suamiku…
Bila bertemu rentaku
hujamkan sabarmu
habisi gerammu

Suamiku…
Bila putus nikmatku mendahuluimu
Kuharap kau mau menuntunku
Perlahan ucapkan khalimah syahdu

Suamiku…
Kuingin kau peluk ragaku
Tak tangisi kaku tungkaiku
Baluri aku dengan doamu
Eza Avlenda
28 Mei 2017

Berjibaku

Sunyi mengepung
Sendu terapung
Duka berkelakar
Tawa menghindar

Gagak datang menyalak
Memangsa kian galak
Tertawai aku
Yang menangis pilu

Terhunus lidah menghujam kalbu
Mengarak benci yang membatu
Wahai malaikat penjagaku
Pinjami aku catatanmu

Dalam sendiri berjibaku
Coba salami labirin waktu
Dalam rona syafak tengadah
Semilir angin mengaminkan doa

Ya Allah
Yang Menjadi Tumpuan
Aku tak tahu malu
Dalam diam kumengadu

Malam kian terik
Tungkai makin ringkik
Bersandar pada gerimis
Basuhi dosa yang berbau amis

Ya Rahman
Ya Rahim
Ya Ghaffar
Ya Qahhar

Yang Maha Penangguh
Ampuni aku
Ulurkan waktuku tuk bertaubat
Boncengkan pula syafaat

Kutitipkan sepucuk harapan
Kepada Yang Maha Memberi Kebajikan
Jika tiba waktu ketetapan
Ku ingin dapatkan ketenangan

Eza Avlenda
31 Mei 2017

Ramadhan… Ajari Aku
Eza Avlenda
29 Mei 2017

Ramadhanku…
Ajari aku cara berucap
Ajari aku cara mendengar
Ajari aku cara menatap

Ramadhanku…
Ajari aku cara bersikap
Ajari aku cara melangkah
Ajari aku cara menghamba

Ramadhan…
Ajari aku cara berucap
Ghibah seolah tradisi
Dzikir hanya sesekali

Ramadhan…
Ajari aku cara mendengar
Bersegera ketika adzan
Agar tetap husnudzon

Ramadhan…
Ajari aku cara menatap
Butakan aku dari maksiat
Agar tak biasa jadi tabiat

Ramadhan…
Ajari aku cara bersikap
Di saat asa tak mau mendekat
Disaat budi tak beri syafaat

Ramadhan…
Ajari aku melangkah
Berdansa dengan pahala
Melenggang tinggalkan dosa

Ramadhan…
Ajari aku cara menghamba
Hanya pada Azza Wa Jalla
Menuai husnul khatimah

Ramadhan…
Kini kau hadir kembali
Santun sadarkan laku hati
Lerai semua khilaf diri

Ramadhan…
Sudah cukupkah kuambil manfaat
Di saat waktu tak memberiku tempat
Kau berlalu begitu cepat

Kanopi Mangrove

Masjidil Al Barokah di tepi pelabuhan
Anak-anak masih khusyu mengaji, tak hiraukan kapal motor bertingkat
Kulihat hutan mangrove
Bau amis menyeruak
Duduk di pinggir dermaga kayu profil
Akar kokoh di pasang surut
Anak nelayan mandi di perigi
Kapal-kapal kokoh menantang samudera
Tambak ikan dan kerambah
Mengitari muara
Riak gelombang mengusik dedaunan
Suara motor mengayuh perahu kadang lelah
Gelombang berlari ke tepian saling mendahului
Perahu yang masih dirajut
Buih putih menjauhi
Menyeruak di antara semak
Celah sempit
Indah sekali di sini
Akar kecil mengintip malu
Riak gelombang membelai dedaunan
Kami berhenti sejenak
Yang terdengar burung riang di antara kanopi hutan
Pohon melenggok dimainkan angin
Kami mengitari kembali
Tak ada nafsu di sini
Akar berbaris rapi
Gelombang besar menyambut gemuruh
Aku yang berkunjung di sini
Allah menciptakan lebih
Beradu gelombang
Aku menoleh ke sisi kiri
Ku pandangi buih
Anak remaja berselfie
Ada rumah pohon di pinggir muara
Dekat sampan nelayan
Terbaring malas berlantai papan
Hidup jauh dari ilusi
Kapal siap menantang samudera
Bertengger pongah tanpa rasa
Saying tersisa sedikit sampah
merah emas terpantul di kaca sang bayu
Nelayan bersiap pergi berlabuh
Mangrove berpola acak

Lailatul Qadar

Kemuliaan
Keberkahan
Kesejahteraan
Ketetapan

Malam seribu bulan
Malam penuh harapan
Malam yang dicari
Malam yang dinanti

Sepuluh malam terakhir
Malam-malam ganjil
Angin tak bergeming
Tak panas tak dingin

Aku memagut doa
Uraikan harap pinta
Pada Pemilik Segala
Tuk ampuni dosa

Eza Avlenda
31 Mei 2017

Gadis Kecilku

Gadis kecilku
Malu-malu kau utarakan maksudmu
Coba yakinkan diriku
Harap kabulkan pintamu

Gadis kecilku
Dulu aku meragukanmu
Bulatnya tekadmu
Tuk berpisah dariku

Gadis kecilku
Kuantarkan menuju sekolahmu
Kau kan bertemu keluarga baru
Di asrama ini kau rayapi waktu

Gadis kecilku
Lelapkah tidurmu
Kenyangkah makanmu
Tersimpulkah senyummu

Gadis kecilku
Bila mendengar serakmu
Gundah menghardikku
Tuk segera menemuimu

Gadis kecilku
Suara lirih terdengar syahdu
Angin mengaamiinkan doaku
Semoga Allah ridhoi langkahmu

Renyah kau bercerita
Pertanda kau baik-baik saja
Kutitipkan sekepal asa
Kutulis di dinding senja

Dengkuran kalbu merindu
Pulas menyelimuti kalbu
Cinta menyekap rasa
Tunggu datang bahagia

Wahai Yang Maha Tahu
Aku bersimpuh menghadapMu
Kuatkankan anakku
Tuk istiqamah selalu

Eza Avlenda
1 Juni 2017

Masjid

Kutengok rupamu
Lusuh dan berdebu
Kotor lagi berbau
Tlah satu tahun berlalu

Anak kecil riang berlarian
Sambut bulan ampunan
Seakan inilah tempat mereka
Tuk habiskan waktu bersama

Kini jelang ramadhan
Kau mulai menawan
Panggilan kemenangan bersahutan
Banyak umat berdatangan

Wajahmu kian berseri
Ketika Banyak yang menghampiri
Coba bersihkan diri
Coba perbaiki hati

Sang surya digulung senja
Saat berbuka telah tiba
Berkumpul wajah berseri-seri
Syukuri nikmat yang tlah diberi

Usai penuhi dahaga
Segera tunai shalat berjamaah
Lanjut tadarus bersama
Hingga datang waktu isya

Tunaikan qiyamul ramadhan
Diselingi pengajian
Harapkan ampunan
Selamat hari pembalasan

Jelang pertengahan ramadhan
Shaf mulai berpamitan
Sibuk siapkan panganan
Berburu pakaian

Tampak ramai dikejauhan
Bergelut dengan hiburan
Seakan inilah kesenangan
Tak hiraukan lagi seruan adzan

Eza Avlenda
2 Juni 2017

Eza Avlenda, S.Pd., M.Si. adalah guru pada MTs Negeri 1 Bengkulu.

Tags: ,
Categorised in: ,

5 Komentar for Kumpulan Puisi Karya Eza Avlenda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *