,
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Karya » Artikel » Membangun Paradigma Positif Bagi Pendidik

Membangun Paradigma Positif Bagi Pendidik

(100 Views) Maret 28, 2018 7:07 am | Published by

Oleh Ariesta Indriawati
Guru IPA di MTs Negeri 1 Cilacap

Salah satu kunci penting dalam membangun kualitas pendidikan suatu negara adalah guru. Guru sebagai tenaga pendidik memiliki tugas mulia mencetak kader penerus bangsa yang mampu melanjutkan perjuangan bangsa untuk selalu  tetap merdeka, semakin maju dan bermartabat melalui pendidikan. Untuk dapat menempatkan diri pada posisi strategis dalam menentukan kualitas pendidikan, guru dituntut untuk memiliki berbagai kompetensi yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan proses pendidikan di sekolah atau madrasah. Beberapa kompetensi yang harus dimiliki seorang guru berkualitas antara lain kompetensi profesional, kompetensi paedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi personal atau kepribadian.

Kompetensi profesional adalah seperangkat pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh seorang guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi paedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengeloaan pembelajaran peserta didik, sedangkan kemampuan guru dan menjalin hubungan sosial sebagai bagian dari anggota masyarakat di sekolah maupun di lingkungan sekitar adalah merupakan penterjemahan dari kompetensi soaial. Kompetensi terakhir yang harus dikuasai oleh seorang guru adalah Kompetensi personal yaitu   kemampuan yang mencakup kemampuan diri seorang guru yang meliputi kemampuan sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif bijaksana, berwibawa, berakhlak mulia, mampu mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan, obyektif mengevaluasi kinerja sendiri dan dapat menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

Keberhasilan guru dalam melaksanakan program pembelajaran  dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang cukup dominan memberi pengaruh adalah kemampuannya dalam mempengaruhi peserta didik untuk bisa menerima apa yang diajarkannya kepada peserta didik. Salah satu indikator kesuksesan guru adalah apabila dia  mampu menginspirasi  murid – muridnya untuk bisa mendengarkan, mengajak berkomunikasi, membawa pikiran murid untuk bersama – sama memikirkan apa yang dihendak diberikan gurunya, serta pada akhirnya  murid bisa menerima semua apa yang diberikan oleh gurunya dengan keyakinan akan kebenaran pengetahuan baru yang diterimanya.

Guru yang sukses merupakan guru yang memberikan inspirasi yang tiada henti – hentinya kepada murid sehingga apa yang diajarkan dan dicontohkannya  akan dengan mudah diterima dan diikuti oleh murid – muridnya. Guru harus memiliki kekuatan untuk dapat melaksanakan hal tersebut. Menurut Mahfud AN dalam bukunya yang berjudul Be A Good Teacher menuliskan bahwa kekuatan yang perlu dimiliki seorang guru untuk dapat menginsipari banyak orang antara lain adalah kekuatan karena spiritualnya,  identitynya,  keyakinannya    (belief), akhlaknya, keteladanannya, performanya dan kekuatan toleransinya.

Kekuatan spiritual seorang guru merupakan kekuatan yang dimilki karena kemampuannya dalam mempelajari dan mengamaldkan ajaran agama yang dianutnya. Kekuatan spiritual seorang guru tercermin dari kemampuannya beristiqomah dalam memegang teguh ajaran agama yang dianutnya dan direalisasikan dalam kehidupannya sehari – hari baik dalam hubungannya dengan Sang Pencipta maupun dalam hubungannya dengan sesama manusia dan lingkungan alam semesta.

Identity atau identitas adalah ciri – ciri, sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga menunjukkan suatu keunikkannya serta membedakannya dengan hal-hal lain. Kekuatan identitas guru adalah kekuatan yang dimiliki seorang guru karena ia memliki identitas yang unik yang tidak dimiliki oleh guru lain. Ia memiliki kekhasan tersendiri yang sangat menarik yang membedakannya dengan guru lain . Kekhasan yang dimilkinya inilah yang mampu menjadi daya tarik terhadap siswa untuk dapat terinspirasi oleh gurunya. Ia mampu membawa muridnya untuk menerima apa yang diajarkannya dengan baik karena ia mampu menyampaikan ilmu yang dipelajarinya kepada murid – muridnya dengan sangat menarik dan menyakinkan.

Akhlak adalah sifat-sifat dan perangai yang diumpamakan pada manusia sebagai gambaran batin yang bersifat maknawi dan rohani. Kemampuan akhlak manusia unutk memiliki aklhak terpuji merupakan bagian dari kekuatan yang harus dimiliki oleh seorang guru.Seorang guru yang memiliki akhlak terpuji akan dengan mudah untuk diterima oleh murid – muridnya karena ia dapat menjadi contoh teladan gambaran manusia ideal dalam penerapan atau pengamalan agama yang diyakininya. Akhlakul karimah (sifat-sifat terpuji) ini banyak macamnya diantaranya adalah husnuzzan (berprasangka baik / berpikir positif), gigih, berinisiatif, rela berkorban, bertata karma terhadap makhluk Allah, adil, ridho, amal shaleh, sabar, tawakal, qona’ah, bijaksana, percaya diri ,dan masih banyak lagi yang lainnya

Kekuatan lain yang perlu dimiliki seorang guru adalah kekuatan karena performanya. Performa merupakan bentuk pertunjukan atau tampilan seorang guru dimata muridnya dalam proses pembelajaran . Seorang guru yang mampu memberikan performa yang menarik dalam melaksanakan proses pembelajaran bersama  murid – muridnya menjadi daya pikat tersendiri yang akan memberikan kekuatan pada guru untuk selalu  diikuti dan dipercaya oleh muridnya.

Kekuatan – kekuatan positif yang dimiliki seorang guru bermula karena kemampuannya membangun  paradigma yang positif pada dirinya. Paradigma adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berfikir, bersikap, dan bertingkah laku. Paradigma kita benar ataupun salah adalah sumber dari sikap dan perilaku kita  dan akhirnya sumber dari hubungan kita dengan orang lain.

Mengubah cara berfikir adalah kegiatan yang paling sulit tetapi memiliki efek yang luar biasa. Menjadi seorang guru dengan mind set yang berkembang dapat menjadi pribadi yang cendrung terbuka dengan perubahan – perubahan ke arah yang lebih baik dan mampu melakukan terobosan – terobosan untuk mencapai kondisi yang lebih baik termasuk terobosan dalam mencapai keberhasilan pembelajaran bagi murid – muridnya.

Membangun paradigma positif bagi seorang guru berarti membangun keyakinan – keyakinan dengan berfikir positif terhadap segala hal termasuk terhadap kondisi muridnya yang sangat beragam . Keberagaman kondisi siswa atau murid dengan segala kelebihan dan kekurangannya menjadikan kita untuk lebih memahami mereka dengan lebih baik dengan mengedepankan kekuatan kita dalam menginsipari mereka melalui paradigma positif kita.

Membangun paradigma positif bagi seorang pendidik dibutuhkan karena dalam mendidik muridnya diperlukan kemampuan untuk dapat mempengaruhi muridnya untuk mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Berubah dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak baik menjadi baik dan perubahan perubahan lain yang diharapkan pada muridnya sehingga murid – muridnya dapat menjadi pribadi yang tangguh secara intelektual,  spiritual dan tangguh secara emosional.

Membangun paradigm positif berarti membangun hati dan pikiran kita . Membebaskan hati kita dari pikiran buruk terhadap orang lain termasuk murid- muridnya , terhadap berbagai kejadian yang telah digariskan oleh Allah SWT pada kita dan membebaskan hati kita terhadap berburuk sangka pada Sang Pencipta. Pikiran dan hati kita harus memiliki kekuatan untuk selalu melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik karena generasi masa depan harus lebih baik dari generasi saat ini.

Tags:
Categorised in: ,

No comment for Membangun Paradigma Positif Bagi Pendidik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image