ispi
Menu Click to open Menus
Home » Karya » Artikel » Menyikapi Tantangan Globalisasi Dalam Pendidikan Nasional Melalui Pendekatan Psikologis, Sosio-Kultural, dan Saintifik

Menyikapi Tantangan Globalisasi Dalam Pendidikan Nasional Melalui Pendekatan Psikologis, Sosio-Kultural, dan Saintifik

(227 Views) Juli 3, 2017 2:59 am | Published by

Oleh: Ogi Lesmana, M.Pd.I.
Guru MIN 3 Kota Banjar, Jawa Barat

PENDAHULUAN

Pendidikan adalah suatu usaha disengaja yang diperuntukan dalam upaya untuk mengantarkan peserta didik menuju pada tingkat kematangan atau kedewasaan, baik moral maupun Intelektual. Terlebih dalam menghadapi tantangan globalisasi ini, dimana begitu cepatnya informasi dari seluruh penjuru dunia dengan mudah dan cepat masuk ke ruang – ruang pribadi keluarga kita, entah itu informasi yang baik ataupun buruk. Dampak dari dunia global tersebut menggambarkan penurunan kualitas akhlak atau moralitas masyarakat Indonesia ; tawuran antar pelajar, pengeroyokan, pencurian, kekerasan dalam rumah tangga hingga korupsi di kalangan pejabat Negara, baik di tingkat eksekutif, yudikatif, maupun legislatif. Begitu banyak faktor yang menyebabkan peristiwa – peristiwa tersebut terjadi diantaranya moral , politik, pendidikan, kesempatan kerja, pengaruh budaya asing dan penegakan hukum. Yang menjadi pertanyaan, apa solusi yang terbaik dari dampak globalisasi diatas dalam dunia pendidikan? Supaya tidak mengena kepada generasi muda dan para pelajar.

Masalah di atas berkaitan dengan Kenyataan dalam pendidikan Agama Islam yaitu kurangnya penekanan pada bagaimana mengubah pengetahuan agama yang bersifat kognitif menjadi makna dan nilai yang mampu menginsta pribadi – pribadi yang kokoh melalu metode, teknik, strategi, dan media yang ada. Titik pendekatan yang selama ini berkembang adalah naturalistc-positivistik yang mengacu kepada kohenersi-kognitif daripada bagaimana perasaan beragama menyentuh wilayah moral praktis.

Masalah mendasar yang dihadapi dewasa ini adalah relasi manusia dengan sesamanya yang kurang baik dan lemahnya apresiasi terhadap ajaran akhlak. Untuk menjawab pertanyaan diatas, maka diperlukan pendekatan dialogis untuk menanamkan kesadaran hidup bersama dalam keragaman dan perbedaan. Pendidikan ini dibangun atas spirit relasi kesetaraan dan kesederajatan, saling percaya, saling memahami dan menghargai persamaan, perbedaan dan keunikan, dan interdependensi. Ini merupakan inovasi dan reformasi yang integral dan komprehensip dalam muatan pendidikan agama; memberi konstruk pengetahuan baru tentang agama – agama yang bebas prasangka, rasisme, bias, dan stereotip dan menetralisir perkembangan globalisasi dalam dunia pendidikan.

PENDEKATAN PSIKOLOGIS, SOSIO-KULTUR, DAN SAINTIFIK

Tantangan globalisasi dalam dunia pendidikan memerlukan adanya system yang lebih mengarahkan kepada pembentukan akhlakul karimah. Sistem yang diperlukan yaitu Sistem pendidikan Agama Islam . Sistem  ini diorientasikan kepada dua yaitu : pertama mendidik manusia supaya menjadi Hamba Alloh (‘abdullah) dan wakil-Nya yang merefresentasikan Diri-Nya di muka bumi (khalifah fi al ardl). Manusia di didik agar dewasa baik sebagai Hamba Alloh maupun khalifah-Nya. Menghambakan diri hanya dan untuk Alloh mensyaratkan kebebasan/kemerdekaan dari bentuk – bentuk absolutism, superiorisme, dan eksploitisisme manusia kecuali kepada-Nya. Kedua, mendidik manusia sebagai upaya menumbuhkembangkan kelengkapan dasar dan potensi fitrah anak secara optimal menuju kedewasaan intelektual dan kematangan emosional. Orientasi mulia ini menyarankan desain operasional yang professional dan proporsional. Artinya, konsep ideal pendidikan Agama Islamharus bisa dinyatalaksanakan dalam kerangka manajemen professional mulai dari perencanaan, strategi, metode dan evaluasi.

Dari kedua orientasi sistem Pendidikan Agama Islam diperlukan adanya suatu pendekatan yang perlu dikaji dan dikembangan lebih optimal sebagai alternative menghadapi tantangan globalisasi dalam pendidikan nasional, yaitu pendekatan psikologis, pendekatan sosio-kultur, pendekatan saintifik.

  1. Pendekatan psikologis

Pendekatan yang lebih menyentuh kepada aspek emosional sebagai langkah  untuk merasakan adanya Alloh sebagai pengendali jalannya alam dan kehidupan.Sehingga selamanya manusia merasa di awasi oleh Alloh.

  1. Pendekatan sosio-kultur

Pendekatan yang melihat manusia tidak saja sebagai individu melainkan juga sebagai makhluk sosial-budaya yang memiliki berbagai potensi untuk membangun kesejahteraan dan kebahagiaan hidupnya

  1. Pendekatan Saintifik

Pendekatan yang melihat manusia sebagai makhluk potensial dalam menemukan hal–hal baru yang bisa dikembangkan melalui kekuatan intelektual dan emosionalnya menjadi suatu konsep yang bermanfaat bagi kelangsungan hidupnya

Ketiga pendekatan diatas, dapat diaktualisasikan dalam menghadapi tantangan globalisasi karena, semua aspek yang berada dalam jiwa manusia sudah tersentuh oleh pendekatan diatas, sehingga akan terbentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, berwawasan luas, sehat jasmani dan rohani, dan bertanggung jawab terhadap dirinya,keluarganya, masyarakatnya, dan bangsa Indonesia pada umunya sesuai yang diamantkan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003.

Semoga tantangan globalisasi dalam dunia pendidikan tidak menjadikan suatu hal yang dapat menurunkan akhlakul karimah, melainkan dapat meningkatkan akhlakul karimah, meningkatkan kebersamaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

***

Tags:
Categorised in:

No comment for Menyikapi Tantangan Globalisasi Dalam Pendidikan Nasional Melalui Pendekatan Psikologis, Sosio-Kultural, dan Saintifik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *