,
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Karya » Artikel » Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium Dalam Meningkatkan Mutu Layanan Laboratorium di Madrasah

Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium Dalam Meningkatkan Mutu Layanan Laboratorium di Madrasah

(461 Views) Agustus 29, 2017 6:56 am | Published by

Laboratorium adalah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan dilakukan. Tempat ini dapat merupakan ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka seperti kebun, taman,  kolam bahkan hutan. Laboratorium berfungsi sebagai tempat kegiatan pembelajaran secara praktek dan memiliki peran yang sangat  penting untuk mengembangkan dan membiasakan peserta didik berpola pikir discovery dan inkuiri. Peranan laboratorium IPA di madrasah diharapkan dapat menumbuh-kembangkan peserta didik untuk berpikir secara ilmiah yaitu berdasarkan fakta yang ada, logis dan jujur.

Untuk dapat menciptakan peserta didik yang terampil dalam kegiatan praktikum di laboratorium diperlukan manajemen yang baik dalam pengelolaan laboratorium. Peranan kepala laboratoriun selaku manajer pengelolaan laboratorium menjadi kunci bagaimana laboratorium dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan praktikum peserta didik.

Kegiatan praktikum di laboratorium menjadi kegiatan bersama antara peserta  didik dengan guru.  Praktikum yang dilaksanakan menjadi bermakna bagi peserta didik apabila kegiatan praktikum tersebut dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai dan memberi pengalaman belajar yang akan melekat dan selalu diingatnya sepanjang hidup oleh peserta didik. Perencanaan, persiapan, pelaksaaan dan evaluasi menjadi satu rangkaian yang akan menentukan keberhasilan suatu kegiatan praktikum di madrasah. Guru harus mampu memfasilitasi, mengkoordinasi, membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk terampil menggunakan alat dan bahan, bekerja berdasarkan prosedur ilmiah sehingga ketrampilan proses peserta didik dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Peran laboran dalam persiapan kegiatan praktikum peserta didik menjadi bagian yang ikut menentukan kualitas praktikum yang dilaksanakan karena kesiapan dan kelengkapan alat  bahan yang dibutuhkan dalam praktikum dipersiapkan oleh laboran.

Laboratorium yang ada di madrasah memiliki fungsi dasar yaitu melaksanakan program laboratorium secara rutin. Program tersebut merupakan suatu kegiatan yang terencana secara lengkap dengan rincian tujuan beserta jenis – jenis kegiatannya sehingga perlu manajemen laboratorium madrasah secara matang. Prinsip dasar manajemen laboratorium madrasah merupakan upaya penjaminan mutu dan peningkatan kinerja laboratorium yang dipimpin oleh kepala laboratorium.  Kepala laboratorium adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap pelaksanaan penjaminan mutu dan peningkatan kinerja laboratorium  disamping pengelola laboratorium yang lain seperti laboran, teknisi dan guru mata pelajaran terkait.

Dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 26 tahun 2008 tanggal 11 juni 2008 disebutkan bahwa kompetensi kepala laboratorium dalam dimensi kompetensi manajerial atau kepemimpinan meliputi kompetensi :

  1. Merencanakan kegiatan dan pengembangan laboratorium sekolah / madrasah
  2. Mengelola kegiatan laboratorium sekolah / madrasah
  3. Membagi tugas teknisi dan laboran laboratorium sekolah / madrasah
  4. Memantau sarana dan prasarana laboratorium sekolah / madrasah
  5. Mengevaluasi kinerja teknisi dan laboran serta kegiatan laboratorium sekolah / madrasah

Pengelola laboratorium memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai dengan manajemen laboratorium yang telah disepakati bersama dalam program kerja laboratorium. Menurut Asri Widowati,  tugas laboran adalah mengerjakan tugas – tugas administrasi, menyimpan semua alat dan bahan secara baik, mempersiapkan dan menyimpan kembali alat dan bahan setelah kegiatan, merawat semua alat, bahan dan fasilitas, bertanggung jawab terhadap kebersihan laboratorium dan perlengkapannya, serta inventarisasi alat, bahan, dan sarana prasarana laboratorium.

Pembelajaran di laboratorium dapat menciptakan peserta didik menjadi terampil dan memahami fenomena alam yang dapat diimplementasikan pada peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Laboratorium IPA juga dapat menjadi solusi pemecahan masalah yang berkaitan dengan IPA yang timbul dimasyarakat dengan adanya laboratorium penelitian yang representatif.

Pelayanan laboratorium yang ideal akan memperlihatkan bahwa eksistensi laboratorium sangat dibutuhkan sebagai tempat untuk mempraktekkan teori atau bahkan mengembangkan ilmu pengetahuan, bukan hanya sebagai pengugur kewajiban dan tuntutan kurikulum di madrasah. Oleh karena itu, lingkungan yang selalu bersifat akademis harus menjadi warna dalam laboratorium tersebut. Hal ini akan menciptakan budaya berfikir akademis yang akan menjadi karakteristik peserta didik bahkan setelah lulus nantinya.

Pengendalian mutu layanan laboratorium IPA dalam kegiatan praktikum dapat dilakukan dengan pengamatan kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh laboran dimulai dari penerimaan jadwal praktek peserta didik, memeriksa kelayakan kesediaan alat dan bahan yang dibutuhkan, mempersiapkan tempat duduk dan meja untuk praktikum, memberikan kenyamanan tempat ditinjau dari kesejukan dan kebersihan ruangan praktikum dan diakhiri dengan pengecekan kesiapan seluruh perangkat praktikum. Setelah praktikum selesai dilaksanakan penataan kembali alat bahan yang telah digunakan merupakan bentuk layanan akhir dalam menjaga kerapian dan kebersihan ruangan laboratorium .

Pengelola laboratorium terdiri dari kepala laboratorium sebagai pemegang peran dalam dimensi manajerial dan laboran sebagai pelaksana operasioanal dalam pengelolaan manajemen laboratorium. Optimalisasi peran kepala laboratorium dan laboran dalam pengelolaan laboratorium dapat dijadikan acuan untuk mengukur kualitas layanan laboratorium bagi peserta didik di madrasah.

 

No comment for Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium Dalam Meningkatkan Mutu Layanan Laboratorium di Madrasah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image