ispi
Menu Click to open Menus
Home » Karya » Cerpen » Orang Tua Tak Sekolah yang Mempunyai Kecerdasan Luar Biasa

Orang Tua Tak Sekolah yang Mempunyai Kecerdasan Luar Biasa

(173 Views) Agustus 23, 2017 6:45 am | Published by

Oleh Andy Firmansyah, M.Pd.
Guru MTs Negeri 1 Kabupaten Malang, Jawa Timur

Sepasang suami istri telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk anak turunannya. Keduanya tinggal di desa yang gemah ripah loh jinawi…toto tentrem kerto rahardjo…

Mereka berharap, nasib yang ada pada dirinya tidak menular pada anak-anaknya.

“Nasib apa?” tanya kira-kira  para pembaca status ini.

“Nasib apes!” sela penulis ini yang sok tau.

“Maksudnya?”

“Ya, nasib para orangtua kami dulu yang tak sadar dengan ujaran sakti Ali bin Abi Thalib, bahwa… ‘Ajarilah anakmu sesuai dengan dunianya, bukan duniamu.'”

“Oo… ”

Nasib orang tua desa jadul yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah sama sekali…walau hidup sudah telah disediaken semuanya mulai dari sandang pangan papan, dari perut alam desa ini yang melimpah.

*

Dalam penghidupannya di desa itu, mereka telah dikaruniai 7 anak.

Pak e berkata,

“Anak2 ku…. Pak e & buk e, memang orang bodoh. Orang yang gak pernah mengenyam bangku sekolah. Bangku pendidikan. Tapi, jangan kuatir… Kami akan kerja sekeras tenaga untuk menyekolahken kalian2 semua.” sambil mengepulken asap keudara… Wuzzzz…. Rokok klobotnya mengeluarken bunyi kretakkretek, “kalian ndak usah khawatir dengan dananya. Gak usah dipikirken. Biar kami berdua yang memikirkannya. Kalian hanya sekolah, sekolah & sekolah saja. Paham…?”

Anak kecil itu berdiri mematung dengan tatapan matanya yang lugu.

“Paham?!” tegas pak e…

Buk e terlihat diam saja mengamini apa kata suaminya.

Tetep gak ada jawaban dari anak2 nya.

“Ya… Manut sajalah. Sekarang memang kalian gak ngerti. Besok kalau sudah besar, kalian pasti akan mengerti.” tambah Pak e.

Satu persatu anak2 nya di sekolahken ke MI (Madrasah Ibtidaiyah) ke kota.
Dengan segala cara, anak2 itupun bisa bersekolah dengan baik.

Setiap sebulan sekali anak pertama pulang ke desa habis bekalnya. Di desa meminta uang saku dengan membawa titipan pula untuk saku adik2 nya.

Pak e buk e luntang lantung memeras keringatnya hingga kering keringat itu. Bahken sampai pula keringat itu tak mau keluar. Tapi, tetep saja diperasnya.

Sampai2 pamannya melihatnya tak tega, & segera mengingatken saudaranya.

“Hentiken saja sekolah mereka, hentiken! kau tidak akan mampu membiayainya. Sangat besar sekali biaya 7 anak2 mu itu. ”

Tapi tetep saja, pak e & buk e terus saja kerja lebih keras lagi. Lagi lagi lagi & lagi.
Tak menyerah.
Utang sana utang sini. Urusan bayar… Pikir lain entar.

Heuheuheuheu…..

Sukri anak mbarep (pertama) menyadari hal itu. Di bangku SMP, ia mempunyai pemikiran lain. Ia harus bekerja untuk menerusken sekolahnya.

Ia berusaha mandiri dengan bekerja membantu juragan tempe di deket tempatnya sekolah. Membantu apa saja sebagai kuli tempe hingga seluruh tubuhnya basah dengan air dan keringat-keringat  asemnya membasahi kedelai-kedelai  yang akan di ragi.

Sampai 3 tahun, hingga akhirnya iapun dijuluki si ahli tempe sama orang-orang sekitarnya.  Dengan biaya sekolahnya selama SMP, ditanggung seluruhnya oleh tuan juragan tempe yang baik hati.

*

Sekarang Sukri telah Doktor kerana banyak telah mendapat beasiswa2 sebab keuletannya dalam setiyap belajarnya.

Ia sekarang berdiri didepanku menceritaken semua kisahnya itu. Menegasken, bahwa…

“Orangtuanya bukanlah orang bodoh. Walau seluruh hidupnya tak mengenyam pendidikan bangku sekolah, ia termasuk orang tua cerdas yang sangat2 luarrrr biasa baginya. Orang tua yang telah mampu mengantarken saya… menempatken saya, berdiri di depan bapak ibuk para guru atau kepala sekolah disini”

Widyaiswara (WI) Sukri berdehem kerana kering tenggorokannya terlalu semangArtnya mengisahken perjuangannya.

“Kopinya mana…? Kok kosong…?” tanya WI Sukri.

Segera si ketua kelas lari keluar mengambilken kopi hitam.

Tak lama, kopi sudah ada di depan Doktor Sukri.

“Monggo pak…diunjuk (diminum)”

Srupuuuutttt….

“Ah! Ada manis ada pahit…persis kisah yang barusan tak ceritaken ini. Mangstabz!”

Heuheuheuheu….

******

Tags: ,
Categorised in: ,

1 Komentar for Orang Tua Tak Sekolah yang Mempunyai Kecerdasan Luar Biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *