ispi
Menu Click to open Menus
Home » Kiat Menulis » Persiapan Menulis

Persiapan Menulis

(321 Views) Februari 28, 2017 10:36 am | Published by

Apakah menulis perlu persiapan? Ataukah menulis dibiarkan mengalir begitu saja tanpa ada satu persiapan khusus?

Sebenarnya setiap pekerjaan memerlukan persiapan jika ingin hasilnya memuaskan. Dalam dunia pengajaran dikenal dengan istilah persiapan mengajar. Dalam hal ini, seorang guru atau dosen, sebelum memasuki kelas, mempersiapkan dulu apa saja yang terkait dengan pengjarannya: materi, metode, dan aktivitas-aktivitas terkait lainnya.

Menulis juga demikian, terutama bagi para penulis pemula. Bagi para penulis profesional yang kebiasaan menulisnya sudah terjaga dengan baik, mungkin tidak terlalu dipusingkan oleh persiapan menulis. Penulis-penulis pemula sebaliknya. Sudah dipersiapkan pun kadang-kadang aktivitas menulisnya masih tersendat-sendat, karenanya, perlu dipersiapkan sebaik-baiknya.

Apa saja yang terkait dengan persiapan menulis?  seorang penulis buku How To be a Writer, menjelaskan bahwa persiapan menulis terkait dengan sejumlah hal: pena dan kertas, tempat, dan situasi. Ketiga hal tersebut penting untuk dipersiapkan dengan baik agar aktvitas menulis berlangsung dengan lancar.

Terkait pena dan kertas, untuk saat ini, tidak terlampau penting. Masalahnya, kini telah berkembang teknologi seluler yang sudah canggih di mana hampir semua gawai (gadget) bisa digunakan untuk menulis, menyimpan, bahkan mengirimkannya melalui email. Di masa lalu hal tersebut tidak mungkin bisa dilakukan.

Namun ada juga orang yang masih lebih suka mengandalkan pena dan kertas daripada gawai untuk mencatat semua ide yang terlintas. Ya, itu terserah kebiasaan dan kesukaan masing-masing saja, sebagaimana ada orang yang masih setia menggunakan mesin tik meskipun sudah ada komputer. Pramudya Ananta Toer, konon, hanya mau menggunakan mesin tik untuk menuangkan gagasan-gagasannya.

Apa pun itu, intinya ada bahan atau perangkat yang bisa digunakan untuk mendokumentasikan ide-ide kita. Itu yang terpenting.

Selain alat tulis, tempat juga kadang-kadang berpengaruh terhadap kelancaran menulis. Ada penulis yang memerlukan tempat yang khusus sehingga bisa focus untuk menuangkan gagasannya dan tidak terganggu oleh hal-hal lain. Konon ada salah seorang sastrawan Indonesia (cerpenis) yang setiap kali membuat tulisan, ia “mengurung diri” di dalam kamar dan tidak akan keluar kamar sebelum tulisannya selesai. Konsentrasinya akan buyar kalau ia berhenti di tengah jalan.

Tetapi ada juga penulis yang tidak memerlukan tempat khusus. Ia menulis di mana saja yang ia suka tanpa merasa terganggu oleh kehadiran sesuatu atau orang lain. Ia bisa menulis di rumah, di kantor, di kafe, pendeknya di mana saja. Konsentrasinya tidak buyar meskipun sesekali harus terhenti menulis karena ada gangguan.

Nah, silakan Anda mengukur diri, kira-kira termasuk ke jenis penulis yang mana Anda? Atau silakan Anda mencoba kedua-duanya. Suatu saat Anda menulis di tempat khusus, dan di saat lain, menulis di mana saja. Bandingkan keduanya!

Tempat memang berpengaruh bagi penulis. Namun, sebenarnya bukan hanya tempat, suasana di tempat itu juga ikut mempengaruhi. Ada penulis yang menyukai suasana yang hening dan sepi sehingga tidak gangguan sama sekali atau tidak ada sesuatu yang merusak moodnya untuk menulis. Dia hanya bisa berkonsentrasi kalau pikirannya benar-benar terfokus ke tulisan.

Namun, ada pula penulis yang justeru merasakan gairah menulisnya semakin kuat manakala ia menulis sambil mendengarkan alunan musik. Suara musik, baik instrumentalia maupun yang ada lagunya, malah  membantunya semakin berkonsentrasi dan menikmati aktivitasnya menulis. Masalah jenis musiknya, tentu hal itu bergantung kepada selera si penulis itu sendiri.

Mungkin saja ada yang menyukai musik klasik yang menurut pengakuan sejumlah orang, memiliki daya inspiratif yang cukup bagus. Di antara para tokoh di Indonesia, Gus Dur –panggilan akrab KH Abdurrahman Wahid– merupakan orang yang sangat menggemari musik-musik klasik. Tampaknya saat Gus Dur menuangkan gagasan-gagasannya juga sering dilakukan seraya mendengarkan alunan syahdu musik-musik klasik.

Tetapi hal itu tidak berarti jenis-jenis musik lain tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Jenis musik apa pun: pop, rock, dangdut, keroncong, dan sebagainya, sejauh Anda menyukainya, tentu akan berpengaruh terhadap Anda saat melakukan aktivitas menulis. Jadi, tidak perlu berkecil hati kalau Anda tidak menyukai musik-musik klasik.

Ada pula penulis yang suka mencuri-curi kesempatan untuk menulis. Di sela-sela kesibukan atau di sela-sela kegiatan ia masih bisa menulis. Misalnya pada saat menunggu kendaraannya sedang diservice di bengkel, ia memanfaatkan waktunya untuk menulis atau di saat ngopi di kafe, dan sebagainya.

Pendeknya, ia bisa memanfaatkan waktu sesempit apa pun untuk menulis. Baginya, justeru merasa keindahan tersendiri manakala ia dapat “mencuri-curi” waktu untuk menulis. Ada semacam sensai yang menyenangkan. Apalagi kalau kemudian tulisannya mendapatkan apresiasi dari publik.

Nah, bagaimana dengan Anda?

Sumber : http://menulisdengansenang.blogspot.co.id

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Persiapan Menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *