ispi
Menu Click to open Menus
Home » Profil » Tentang Agumapi

Tentang Agumapi

Memiliki keterampilan menulis merupakan keniscayaan bagi seorang guru. Keniscayaan tersebut terkait setidaknya tiga hal, yakni peran guru sebagai akademisi, kepentingan peningkatan karier, serta untuk eksistensi diri. Dengan adanya kemampuan menulis, guru dapat menyajikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya dalam bentuk teks yang tentu saja akan memudahkan serta meluaskan proses pendidikan yang dapat dilakukan seorang guru.

Sebagai sebuah keterampilan, kemampuan menulis—termasuk di dalamnya kemampuan menyunting—seorang guru perlu senantiasa diasah dan dikembangkan. Peningkatan kompetensi guru dalam menulis ini dapat dilakukan secara mandiri oleh guru dan dapat pula dilakukan secara berkelompok melalui wadah yang disebut organisasi atau asosiasi yang beranggotakan guru-guru penulis.

Kehadiran organisasi guru penulis madrasah diharapkan akan menghadirkan aura postif dalam diri anggotanya. Dengan bergabung dalam sebuah organisasi, para guru dapat saling mengingatkan, menyemangati, bahkan saling membantu untuk menjaga komitmen untuk selalu menulis dan menulis lebih baik.

Atas pemikiran dan landasan itu guru madrasah yang selama ini terlibat dalam aktivitas menulis yakni Deni Kurniawan As’ari (Jateng), Siska Yuniati (DIY), Momon Sudarma (Jabar), Urip (Kalteng), Ameliasari Tauresia Kesuma (Jateng), Zaenal Abidin (Jateng), Intan Irawati (DKI Jakarta) dan Eza Avlenda (Bengkulu) menggagas berdirinya organisasi guru madrasah penulis. Mereka mensosialisasikan ide tersebut dan mendapat respon positif dari guru madrasah penulis lainnya. Selanjutnya mengkomunikasikan para guru madrasah penulis dalam sebuah organisasi. Kamis, 15 Desember 2016 disepakati sebagai kelahiran Agumapi dan selanjutnya dideklarasikan pada bulan Mei 2017 di Jakarta.

Kehadiran organisasi ini diharapkan tidak hanya sekadar menjaga komitmen para anggotanya, melainkan dapat pula menjalankan peran untuk menularkan kemampuan serta tradisi menulis kepada para guru lain, siswa, serta masyarakat luas untuk terlibat dalam kegiatan tulis-menulis secara profesional.

Dalam perkembangannya wadah ini membutuhkan tokoh yang akan ikut membina dan mengarahkan organisasi ini agar tegak lurus dengan cita-cita awal berdirinya wadah ini. Agumapi diharapkan memposisikan diri sebagai organisasi profesi yang independen sesuai ketentuan dalam Undang-undang Guru dan Dosen pada Pasal 41 (1) Guru membentuk organisasi profesi yang bersifat independen. (2) Organisasi profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kornpetensi, karier, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Prof. Dr. H. Dede Rosyada, M.A., Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A., Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si., Prof. Dr. H. Muchlas Samani, M.Pd, Prof. Dr. H. Tukiran Taniredja, M.M., Dr. H. Ahmad Sofyan, M.Pd.,Dr. Iding Rosyidin, M.Si., Prof. Dr. H. Cecep Darmawan, S.Pd., S.Ip., M.Si., MH. merupakan tokoh-tokoh yang turut memberi support pada berdirinya organisasi ini.

Agumapi merupakan lembaga independen dan tidak terkait atau menjadi bagian (onderbouw) dari organisasi dan lembaga lain. Wadah ini beranggotakan para penulis yang sekaligus merupakan guru madrasah di Indonesia.

Atas dasar hal tersebut, nama organisasi ini adalah “Asosiasi Guru Madrasah Penulis Indonesia” atau disingkat Agumapi.

Tujuan Agumapi:
1. Menghimpun guru-guru madrasah penulis di seluruh Indonesia. Terkait hal ini, dapat dilakukan pembukaan cabang organisasi pada tingkat provinsi (pengurus wilayah) dan kabupaten (pengurus daerah).
2. Melakukan peningkatan kompetensi anggota dalam menulis. Kegiatan dapat berupa studi banding, seminar, kursus, workshop, pelatihan, dilat, dan lain-lain.
3. Menjaga komitmen anggota dalam menulis. Melakukan provokasi dan—jika memungkinkan–tagihan-tagihan tulisan kepada anggota, khususnya pengurus. Secara spesifik, kegiatan dapat berupa lomba menulis, penerbitan antologi, penerbitan jurnal, penerbitan buku, pemberian penghargaan tahunan kepada anggota yang produktif menulis, dan lain-lain.
4. Menyebarkan virus menulis secara luas, baik kepada guru lain maupun kepada siswa dan masyarakat umum. Melakukan pertemuan-pertemuan, seminar, kompetisi, dan sebagainya untuk mengampanyekan budaya menulis.
5. Menghimpun karya-karya guru madrasah untuk pendataan hingga penerbitan. Kegiatan berupa penyajian database karya guru dan/atau penerbitan-penerbitan (sesuai poin nomor 3).

Semoga wadah ini menjadi langkah awal gerakan menulis sekaligus memberikan kontribusi dalam penjagaan komitmen, peningkatan kompetensi, dan penyebaran “virus” literasi dan budaya menulis di Indonesia, khususnya di lingkungan madrasah.

Agumapi mengusung sebuah motto yang menjadi pegangan bagi setiap pengurus dan anggotanya yaitu Berkarya, Berbagi dan Mengabdi…

***