ispi
Menu Click to open Menus
Home » Karya » Artikel » Relevansi Implementasi UNBK Bagi Pembentukan Karakter Siswa Di Madrasah

Relevansi Implementasi UNBK Bagi Pembentukan Karakter Siswa Di Madrasah

(269 Views) April 11, 2017 5:37 am | Published by

Oleh: Ariesta Indriawati
Guru IPA di MTs Negeri Majenang Kabupaten Cilacap Jawa Tengah

Ujian Nasional Berbasis Komputer atau yang lebih populer disebut UNBK merupakan ujian yang dilaksanakan secara nasional dengan memanfaatkan komputer sebagai sarana atau media yang digunakan dalam menyelesaikan soal – soal ujian nasional di sekolah atau madrasah. Pada tahun 2017 ini pemerintah mulai memberlakukan UNBK bagi peserta didik di tingkat SMP dan MTs walaupun belum secara menyeluruh karena sebagian SMP atau MTs masih menggunakan kertas dan pensil sebagai sarana penyelesaian soal ujian.

Implementasi Ujian Nasional Berbasis Komputer atau UNBK bagi siswa SMP dan MTs merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menerapkan pelaksanaan ujian nasional yang lebih jujur, adil dan berkualitas. Melalui UNBK ini diharapkan terjadi peningkatan kualitas hasil ujian peserta didik maupun peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan. Peserta didik dituntut benar – benar menguasai materi ujian dan mampu mengoperasikan laptop atau komputer dengan baik dan benar. Begitu pula dengan tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah atau madrasah harus siap dalam menyediakan sarana prasarana dan tenaga teknis, proktor dan pengawas ujian yang menguasai IT dengan baik.

Dalam pelaksanaan UNBK peserta didik sama sekali tidak memiliki peluang untuk bekerja sama atau melakukan kecurangan dalam menyelesaikan soal ujian. Anak dituntut dan dibiasakan mandiri dan jujur serta kompeten dalam menyelesaikan soal-soal ujian sehingga dapat berimbas bagi pembentukan karakter peserta didik yang lebih baik dan berkualitas. Pemanfaatan komputer atau laptop dalam ujian juga mengharuskan peserta didik untuk mahir TIK sehingga peserta didik benar – benar dapat memanfaatkan teknologi komputer dalam kehidupan nyata.

Penerapan UNBK di sekolah atau madrasah menuntut tenaga pendidik untuk mampu memanfatatkan teknologi komputer dalam pembelajaran. Untuk dapat menjadi Pengawas dan Proktor UNBK tenaga pendidik harus menguasai IT sehingga hal ini dapat menjadi motivator bagi tenaga pendidik yang belum menguasai IT untuk terus belajar sampai dapat karena kalau tidak maka kesenjangan antara tenaga pendidik akan semakin menganga lebar. Disatu sisi tenaga pendidik semakin mahir memanfaatkan IT untuk kemajuan proses pembelajaran di kelas sementara tenaga pendidik yang lain semakin terpuruk dengan ketidakberdayaannya dan kestagnanannya sehingga mau tidak mau tenaga pendidik memang harus mulai berfikir dan berlatih untuk bisa menguasai IT.

Kalau dikaji lebih dalam implemenasi UNBK di tingkat SMP dan MTs memberi efek positif bagi dunia pendidikan. Efek positif itu antara lain bagi peserta didik maupun bagi tenaga pendidik dan kependidikan. Bagi peserta didik yang utama adalah UNBK berpengaruh pada pembentukan karakter anak yaitu karakter mandiri, jujur dan kerja keras. Kemampuan mengelelola diri untuk memiliki karakter terpuji seperti karakter mandiri, jujur dan kerja keras tersebut merupakan bagian dari kemampuannya dalam meningkatkan kemampuan soft killnya. Selain itu kemampuan teknis ( hard skill ) peserta didik juga mulai ditumbuhkan dan dikembangkan karena pelatihan dan pembiasaan memanfaatkan IT dalam kehidupan sudah mulai dikenalkan di tingkat SMP atau MTs. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar,2000 dari Akhmad Sudrajat, 2010), ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis ( hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan kesuksesan hanya ditentukan 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang – orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa ternyata pendidikan karakter sangat dibutuhkan dalam menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan soft skill.

Menurut Prof. Suyanto Ph.D karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Impementasi UNBK di tingkat SMP dan MTs dapat menjadi motivasi awal bagi pendidikan karakter peserta didik di sekolah atau madrasah. Peserta didik telah mempersiapkan diri sejak awal bahwa untuk dapat lulus dengan baik dari SMP/ MTs mereka harus benar – benar berlatih keras karena UNBK tidak memberi peluang sedikitpun bagi mereka untuk bekerja sama atau minta bantuan pada siapapun. Karakter jujur, mandiri dan kerja keras harus mereka miliki untuk persiapan UNBK tersebut. Mereka juga didik siap menerima konsekwensi saat dirinya tidak mempersiapkan fisik dan mentl mereka menghadapi ujian dengan baik.

Pendidikan karakter di sekolah atau madrasah dibutuhkan dalam upaya pembentukan pribadi peserta didik yang berkarakter sehingga peserta didik tumbuh menjadi individu yang cerdas secara intelektual, cerdas secara emosional dan cerdas secara spiritual. Dengan terbentuknya tiga kecerdasan secara integral dalam diri peserta didik diharapakan peserta didik mampu mandiri dan mampu mengambil keputusan yang tepat di setiap aktivitasnya dan siap bertanggung jawab akan segala konsekwensi yang mungkin timbul akibat dari keputusan yang dipilihnya. Pada dasarnya hidup adalah sebuah pilihan, sebagai pendidik dan orang tua kita wajib membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk mampu menentukan pilihan hidup yang terbaik bagi kehidupanya dengan berbagai konsekwensi yang wajib dipertanggungjawabkannya.

Sasaran pendidikan karakter di sekolah atau madrasah adalah seluruh warga sekolah / madrasah yang meliputi seluruh peserta didik, seluruh guru, seluruh staf karyawan dan pimpinan sekolah / madrasah. Dalam mentransfer pengetahuan dan nilai – nilai luhur bangsa dan agama atau pendidikan karakter melalui proses pembelajaran yang dilakukan guru bersama-sama dengan peserta didik maka peran guru / pendidik menjadi lebih bermakna jika pendidik mampu memberi contoh atau suri tauladan melalui perilaku mulianya dalam proses pembelajaran dan dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa contoh perilaku mulia yang perlu dimiliki seorang guru atau pendidik agar dapat dicontoh oleh peserta didiknya antara lain adalah pendidik mengamalkan ajaran agama yang dianutnya secara benar, berkomunikasi dan berinteraksi secara santun dan efektif, menerapkan hidup bersih, sehat, aman dan mampu memanfaatkan waktu luang dengan baik, serta mampu menghargai berbagai perbedaan dan keberagaman baik keberagaman agama, budaya, suku, dan golongan social ekonomi. Selain itu pendidik diharapkan mampu membimbing peserta didik untuk mampu belajar bersikap jujur, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengambil berbagai keputusan dalam kehidupannya serta mampu bekerja sama dengan orang lain , dermawan dan suka menolong.

Seorang pendidik seharusnya mampu mengaplikasikan pilar – pilar pendidikan karakter tersebut dalam proses pembelajaran di sekolah atau madrasah. Konsistensi pendidik dalam pengaplikasian nilai karakter sangat dibutuhkan seperti halnya seorang muslim yang diharapkan untuk senantiasa istiqomah dalam memegang dan mengamalkan nilai- nilai islam dalam kehidupannya. Dalam menjaga konsistensi tersebut kadangkala banyak cobaan menghadang dan kita sebagai pendidik seharusnya mampu mengambil keputusan yang tepat dan sesuai dengan nilai- nilai karakter tersebut.

Marilah kita bersama- sama berusaha untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita sebagai tenaga pendidik sehingga kita dapat meningkatkan layanan kita terhadap peserta didik dalam mewujudkan generasi bangsa yang cerdas secara intelektual, spiritual maupun cerdas secara emosional. Selalu berpikir ke depan tentang pembentukan generasi penerus bangsa yang taqwa, cerdas dan terampil melalui peran kita dalam menanamkan nilai – nilai karakter bangsa, pelayanan terbaik dalam pembelajaran dan pemanfataan IT secara bertanggung jawab pada peserta didik.

Tags:
Categorised in:

No comment for Relevansi Implementasi UNBK Bagi Pembentukan Karakter Siswa Di Madrasah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *