,
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Karya » Artikel » Sikap Islam Terhadap Hoax

Sikap Islam Terhadap Hoax

(87 Views) Januari 23, 2018 9:18 am | Published by

Oleh Momon Sudarma, S.Pd., M.Si.
Guru MAN 2 Kota Bandung

Momon Sudarma (tengah)

Banyak pihak, menyebut tahun 2018 ini, sebagai tahun politik. Di sebut tahun politik, karena mulai hari ini, sampai menjelang pertengahan tahun, kota Bandung khususnya, Indonesia pada umumnya, akan menyelenggarakan Pilkada Serentak. Di sejumlah daerah di Indonesia.

Salah satu pengalaman hidup, yang biasa dan pernah kita rasakan selama ini, yaitu munculnya ragam berita, baik di media elektronik, media cetak ataupun melalui media social, terkait dengan kondisis ril kebangsaan kita, dan atau terkait dengan para kandidat yang bertarung di pilkada kali ini.

Sehubungan hal itu, hal pokok yang harus diwaspadai, yaitu jangan sampai kita menjadi bagian dari pengonsumsi berita yang palsu atau disebut hoax.

Allah swt berfirman,

….(ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal Dia pada sisi Allah adalah besar. (Qs. An-Nur, 24:15)

Jika dicermati dengan seksama, firman Allah Swt, kendati disampaikan kepada Rasulullah Saw 14 abad lalu, namun memiliki relevansi dengan zaman kita sekarang ini.

Pertama, sejak zaman dulu, peredaran berita palsu sudah biasa terjadi. Kalau dulu dari mulut ke mulut, idz talaqu bi alsinatikum, baha untuk zaman kita hari ini, peredaran berita dari ponsel ke ponsel.

Kedua, sejak zaman dulu, ada diantara kita, yang memiliki kebiasaan asal omong, asal sampaikan, atau asal kirim berita. Tanpa memperhatikan kebenaran informasi itu, kita alih-alih mengurangi atau membatasi, sebagian diantara kita malah menjadi rantai panjang yang mendukung tersebarnya berita palsu, atau berita bohong atau hoax itu di tengah masyarakat.

Bila demikian adanya, sejatinya, kita, sudah ikut andil dan turut berpartisipasi dalam pengembangan dan penyebaran berita bohong di masyarakat. Kebiasaan  yang tidak diiringi sikap selektif dan rasa tanggungjawab, seseorang  kemudian membagikan (share) berita bohong itu kepada orang lain.

Ketiga, sejatinya, andai saja kita mendapatkan informasi, darimanapun dan tentang apapun, kita diberi hak untuk menelaahnya. Tetapi, selepas itu, kita mendapat kewajiban untuk mencari informasi yang terbaik daripadanya.

yang mendengarkan Perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. mereka Itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka Itulah orang-orang yang mempunyai akal. (Qs. Az-Zumar : 18)

Keempat, hati-hatilah dengan sesuatu yang dianggap ringan, karena bisa jadi, ringan dalam persepsi kita, tetapi besar dan berat dalam penilaian Allah Swt.wa tahsabahu hayinan, wa indallahu aziman.

Sehubungan dengan apa yang kita ulas pada bagian khutbah pertama tadi, sampailah kita pada pertanyaan, apa yang harus kita lakukan saat ini ?

Secara sederhana, kita menyebutkannya, marilah kita beranjak dari kebiasaan (1) menyebarkan berita hoax, ke membudayakan berita yang hak, (2) tradisikan untuk menjadi bagian dari penyebar dan pengguna media social yang sehat, bukan penyebar berita media social yang sesat.

Karena dengan hal serupa itulah, insya allah, kita mendapatkan hidaya dari Allah Swt.

Tags:
Categorised in: ,

No comment for Sikap Islam Terhadap Hoax

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image