,
Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Sosok » Yeti Islamawati: Selama Saya Membaca Buku Akan Terus Meresensi

Yeti Islamawati: Selama Saya Membaca Buku Akan Terus Meresensi

(197 Views) Februari 20, 2018 2:43 pm | Published by

Oleh Deni Kurniawan As’ari, S.Pd.,M.Pd.
Pegiat Agumapi

Yeti Islamawati (kiri) bersama keluarga kecilnya

Masih sedikit guru yang aktif membaca. Dari yang sedikit itu belum banyak yang rajin menulis resensi. Nah, Yeti Islamiwati, S.S. termasuk diantara guru yang sedikit dan belum banyak itu. Ia lahir di Kulonprogo, pada 20 Desember 1983. Alumnus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang kesehariannya  mengajar Bahasa Indonesia di MTs Negeri 9 Bantul ini rajin menulis resensi buku.

Berawal dari suka membaca buku. Yeti berkeinginan untuk berbagi hasil bacaannya. Terutama ibroh atau pelajaran yang terkandung didalamnya.  Pertama kali ia menulis resensi novel berjudul  “Sebiru Safir Madagascar.”  Saat itu salah seorang temannya (yang juga Ketua FLP Surabaya, penyair, cerpenis, resensor) memberikan alamat redaksi koran Bhirawa padanya. Rupanya resensi pertama itu dimuat dan Yeti begitu sangat senang.

Kebiasaan membaca dan menulis resensi diteruskannya sampai sekarang. “Selama saya membaca buku, maka selama itu pula  (insyaAllah) saya akan meresensinya,” ungkap isteri  Adhi Heryadi ini. Jika menulis resensi belum memungkinkan, misal karena kesibukan maka Yeti menulis sebuah quote dari dalam buku yang telah ia baca.

Menurut penuturannya menulis resensi buku tak sesulit yang dibayangkan. Yeti membagi kiatnya secara ringkas. Pertama, membacanya hingga tuntas. Kedua, menemukan poin-poin menarik, berikutnya ketiga, sampaikan kekurangan (jika) ada. Tak lupa digali manfaat dari buku tersebut. “Terakhir ajak orang lain untuk membaca buku sekiranya buku yang kita resensi memang rekomended,” terangnya. Adapun syarat utama menjadi peresensi menurut Yeti sangat mudah: jadilah pembaca yang baik.

Namun demikian hambatan terbesar yang ia hadapi terkait waktu. Ya, waktu. Menurutnya kadang setelah selesai membaca namun belum ada kesempatan untuk menyusun resensinya. Strategi yang biasanya ia gunakan dengan mencuri waktu tidur atau istirahatnya. “Kadang saat jam literasi (1 jam pelajaran) di kelas,  saya menunggu sambil mengetik. Adapun untuk membaca buku saya biasakan membawa buku setiap kali pergi kemanapun. Saya menunggui kedua anak saya mengaji pun sembari membaca,” tegas ibu dari  Fathina Khairunnisa dan Muhammad Fatih ini.

Sebagian kecil resensi karya Yeti

Semua Buku Miliki Nilai Baik
Ditanya mengenai tema buku yang difavoritkan dirinya. Ia dengan lugas mengatakan bahwa  pada dasarnya semua buku ada nilai baik di dalamnya. Terlebih buku-buku hadiah  dari penerbit ternama. “Saya tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli buku. Hehe… Itu menyenangkan bagi saya,” tutur wanita berkacamata yang resensinya pernah dimuat di Koran Jakarta, Kedaulatan Rakyat, Harian Bhirawa, Tribun Jateng, Radar Cirebon, Kabar Madura, Radar Sampit, Majalah Auleea, dan Majalah Candra ini. Yeti mengaku buku novel memang termasuk favoritnya selama ini.

Selain mengajar dan  menulis ia  juga menjadi editor buku, ikut program One Day One Page (ODOP), ikut  even di IG dari yang penting sampai sekedar having fun. “Ya, di tengah kesibukan, saya tetap berusaha enjoy dan sesekali facebookan bersama teman-teman,” ungkap guru yang hobi membaca, menulis, dan ngebolang tersebut.

Prestasi Yeti di dunia penulisan patut diacungi jempol. Ia pernah meraih juara 2 lomba menulis artikel Majalah Guru Jakarta, juara 2 menulis teks deskripsi eksplolatori guru bahasa Indonesia SMP dan SMA se-Provinsi DIY, serta juara 2 menulis puisi nasional oleh Balai Budaya Gambiran.

Sejumlah buku yang menurutnya layak dibaca diantaranya Sebiru Safir Madagascar;  menunjukkan kekuatan mimpi dan bgmn mewujudkannya. Walau jatuh bangun. Berikutnya Sungging; novel yang menceritakan kejayaan Singhasari, runtuhnya, hingga berdiri Majapahit. Tak kalah menarik buku Before I Met You; keteguhan memegang prinsip. Romantis dan bikin baper.  Buku Kata Bapak, di Sungai Ada Buaya; cerita anak penuh lokalitas. Bercerita berbagai kebiasaan dan budaya seluruh tanah air. Banyak pengetahuan. Terakhir buku Butiran Hikmah; buku ini telah membuka hati Yeti tentang bagaimana harus bersikap ketika menemui kesulitan atau permasalahan.

Penyuka cokelat ini berpesan kepada para guru untuk mempersering dan memperbanyak membaca buku. Temukan hal menarik dan kebermanfaatan dari buku. Selanjutnya jangan ragu tuliskan!!! Ia pun berharap agar guru turut serta memajukan literasi bangsa. Sebagai guru jadilah contoh nyata (teladan) bagi generasi muda. Terutama para siswa.

Bagi yang ingin menghubungi Yeti untuk sharing atau sekedar diskusi dapat mengontak melalui surel: yetiislamawati@gmail.com atau media sosial IG: @yetiislamawati; Facebook: Yeti Islamawati; atau bisa juga via telepon/WA: 081390252413. Termasuk para guru yang ingin ditulis resensinya dapat menghubungi medsos Yeti.

Jadi, selamat untuk Yeti dan teruskan kebiasaan membaca dan meresensi bukunya. Teruslah berkarya untuk bangsa.

***

Tags: ,
Categorised in:

No comment for Yeti Islamawati: Selama Saya Membaca Buku Akan Terus Meresensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enter Captcha Here : *

Reload Image